(021) 4514 151 0813 4812 4064

Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi Kami.

Metodologi
Survey

Tentang
Metodologi

Survey

Top Brand Award menggunakan metodologi survei yang dilakukan tiga kali dalam setahun dan mengambil tempat di total 15 kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar. Survei Top Brand terbagi menjadi tiga, yaitu Fase 1, Fase 2 dan Top Brand for Kids & Teens. Metodologi survei Top Brand akan dijelaskan per bagian seperti berikut.

Top Brand Award Fase 1 & 2.

Top Brand Award Fase 1 melibatkan 8.500 responden yang terdiri dari 6.000 sampel random, 1.700 sampel booster dan 800 sampel booster B2B. Untuk Top Brand Award Fase 2, survei melibatkan 12.000 responden yang terdiri dari 8.000 sampel random, 1.800 sampel random retail dan 2.200 sampel booster.

Responden yang menjadi target survei Top Brand Award Fase 1 & 2 adalah pria dan wanita berusia 15 – 65 tahun, SES D hingga SES A. Sampel random retail didapat dari target SES B ke atas. Sampel booster didapat dari target SES A. Sampel ditambahkan dengan tujuan meningkatkan relevansi pada produk premium.

Metode sampling yang digunakan untuk sampel random dan random retail adalah multistage area random sampling. Sedangkan sampel booster dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling.

Top Brand for Kids & Teens.

Sedangkan untuk Top Brand for Kids & Teens, survei melibatkan 2.500 responden yang berasal dari 1.500 responden ibu & anak, serta 1.000 responden usia remaja. Responden yang menjadi target survei Top Brand for Kids & Teens adalah anak-anak baik laki-laki maupun perempuan berusia 8 – 12 tahun (500 responden), kalangan wanita berusia 25 – 50 tahun yang memiliki anak di usia 0 – 12 tahun (1.000 responden) dan remaja laki-laki & perempuan berusia 13 – 17 tahun.

Pengukuran Top Brand.

Proses wawancara dilakukan secara tatap muka dan menggunakan kuesioner terstruktur yang didesain khusus untuk dapat mengukur ketiga parameter Top Brand, yaitu Top of Mind, Last Usage & Future Intentions.

  • Top of mind: kesadaran akan merek (merek pertama yang disebutkan oleh responden saat kategori produk diutarakan).
  • Last usage: penggunaan terakhir (merek terakhir yang digunakan/dikonsumsi oleh responden dalam satu siklus pembelian ulang).
  • Future intention: niat membeli kembali (keinginan responden untuk menggunakan/mengonsumsi kembali di masa mendatang).

Nilai masing-masing parameter baik Top of Mind, Last Usage dan Future Intention untuk sebuah merek di dalam kategori produk tertentu diperoleh dengan cara menghitung persentase frekuensi merek tersebut relatif terhadap frekuensi keseluruhan merek. Top Brand Index (TBI) selanjutnya diperoleh dengan cara menghitung rata-rata terbobot masing-masing parameter.

Top Brand Award kemudian diberikan kepada sebuah merek apabila mereka memiliki dua kriteria berikut:

  1. Memiliki Top Brand Index minimum 10%, dan
  2. Menurut hasil survei, merek tersebut menempati posisi tiga teratas dalam kategori produk

Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek untuk dapat menyandang predikat Top Brand. Perlu diketahui per kategori produk bisa terdapat lebih dari satu merek yang meraih predikat Top Brand (maksimal tiga merek).

Kriteria Top
Brand

Sebagai penghargaan bergengsi, Top Brand Award diberikan kepada merek-merek yang mendapatkan predikat “TOP” pada tiga kriteria, yaitu:

Mind Share

Kriteria Mind Share menunjukkan kekuatan merek dalam memposisikan diri dalam benak pelanggan untuk kategori produk yang ditentukan.

Market Share

Kriteria Market Share menunjukkan kekuatan merek dalam pasar dan berkaitan erat dengan perilaku pembelian pelanggan.

Commitment Share

Kriteria Commitment Share menunjukkan kekuatan merek dalam mendorong pelanggan untuk membeli kembali di masa mendatang.

© 2022.   Hak Cipta oleh    Dilindungi Undang-undang