(021) 4514 151 0811 1991 8888

Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi Kami.

QUICK COUNT, Bisa Dipercayakah Hasilnya ?

15 Februari 2024

Oleh : 

Handi Irawan D

CEO Frontier


Pemilu 14 Februari 2024 hampir usai dilaksanakan.  Media dan beberapa lembaga riset berlomba-lomba melakukan Quick Count atau Hitung Cepat. Bisakah hasil nya dipercaya ?

Quick Count itu bukan survei atau polling. Itulah sebabnya, membandingkan akurasi Quick Count dengan survei, jelas bukan perbandingan apple to apple. Ketika survei dilakukan sebelum pemilu berlangsung, hasilnya bisa meleset atau berbeda  besar dengan hasil perhitungan  sesungguhnya dari KPU. Memilih responden secara random yang representatif terhadap populasi, membutuhkan biaya yang besar. Jadi, sering terjadi bias karena tidak representatif terhadap populasi dan ini jenis non sampling error yang sering terjadi.

Selain itu, masih akan ada problem antara jawaban saat ditanya sebagai responden dibandingkan dengan pilihan sebenarnya pada saat pemilu.

Sebagian responden kemudian bisa saja beralih pilihan karena memang ada perbedaan waktu antara survei dan hari pemilihan. Sebagian responden bisa saja memberikan jawaban yang kurang jujur saat disurvei. Ini adalah beberapa hal yang menyebabkan hasil survei tidak seakurat yang diinginkan oleh para penyelenggara survei bila dibandingkan dengan hasil akhir pemilu versi KPU.

Masih banyak bias dari non sampling error yang bisa terjadi selama survei, baik yg disengaja karena condong kepada paslon tertentu  atau tidak disengaja karena faktor pemahaman metode survei yang kurang mendalam.


Bagaimana dengan Quick Count ? 

Ini adalah cara menghitung cepat dengan mengumpulkan data-data dari TPS. Jadi, ini bukanlah suatu survei untuk mendapatkan opini dari responden. 

Total jumlah TPS di Pemilu tahun 2024 ini adalah 823.220 titik. Untuk keperluan Quick Count, beberapa lembaga spt Litbang  Kompas mengambil sekitar 2000 TPS. Kalau asumsi setiap TPS terdapat masing masing sekitar 200 pemilih, maka total yang dihitung adalah 400.000 dari total seluruh Indonesia. Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%, margin of errornya tidak jauh dari 1%. Artinya, kalau Quick Count ini diulangi sebanyak 100 kali, maka kemungkinannya adalah 95 kali akan memiliki kesalahan sebesar maksimal 1%. Peluang  bahwa perhitungan akan meleset sebesar 3% saja, boleh dikatakan sangat sangat kecil sekali. 

Hal yang paling penting yang membuat Quick Count bisa dipercaya adalah dengan cara memilih TPS secara random untuk menghindari non sampling error. Misal, dipilih TPS no 1, 101, 201, 301...dst. Dan tidak peduli dimana area TPS berada. Sebaliknya, cara paling mudah membuat Quick Count yg abal abal adalah dengan mengambil sampel TPS secara bias,  seperti sengaja memilih TPS dimana pendukung paslon tertentu lebih banyak.  

Untuk pemilu tahun 2024 ini, terlihat tidak ada media atau lembaga survei besar  yang berpartisipasi dalam Quick Count ini menampilkan hasil yang berbeda banyak.

Sore jam 17.00 di hari Pemilu ini, kita sudah melihat hasil Quick Count, paslon 02 sdh sekitar 57% - 59 % dengan suara yg masuk sekitar 75%. Dengan margin of error yg 1%, maka sdh dapat diprediksi, 100% hasil perhitungan akhir  KPU akan memenangkan Paslon 02. Tentu, kita harus menunggu real count dari KPU utk angka pastinya.

Quick Count adalah cara atau metode ilmiah. Ini salah satu penemuan besar dalam bidang riset sosial. Kita bisa memprediksi hasil populasi jauh sebelum selesai dihitung.

Sambil menunggu perhitungan resmi KPU, ini saatnya semua pihak berdamai. Beda pilihan dalam konteks demokrasi akan membawa persatuan yang baru, yg lebih indah. Tuhan sayang Indonesia .


Indonesia boleh berbangga, berhasil menyelenggarakan pemilu yang memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Kiranya kebanggaan ini, diikuti dengan pemerintah yang bisa membawa Indonesia menuju generasi emas.

Suka dengan artikel ini? Bagikan artikel ini ke sosial media Anda.

© 2022.   Hak Cipta oleh    Dilindungi Undang-undang