08 Dec

Convertion Rate dari Data Top Brand

Posted By Admin | 08 Dec 2015

Banyak insight yang bisa diperoleh melalui survei Top Brand. Salah satunya adalah menghitung efektivitas marketing activity sebuah merek.

Selama ini, istilah convertion rate atau sering disebut CR lebih dikenal dalam dunia bisnis onlineConvertion rate dalam dunia bisnis online adalah persentase visitor/pengunjung suatu situs bisnis online yang kemudian benar-benar melakukan pembelian/transaksi. Jika semua pengunjung melakukan transaksi, maka nilai convertion rate-nya adalah 100%.

Selain itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa convertion rate adalah persentase pengunjung yang mau mengikuti atau melakukan apa pun yang diharapkan dilakukan oleh mereka. Dengan kata lain, convertion rate adalah jumlah pengunjung yang melakukan suatu langkah sesuai keinginan kita dibagi dengan jumlah pengunjung keseluruhan.

Seorang pemilik bisnis online tentu akan melakukan berbagai macam aktivitas marketing untuk meningkatkan jumlah pengunjung situsnya. Tentu, di tahap awal, ukuran keberhasilan aktivitas marketingyang dilakukan adalah peningkatan jumlah pengunjung.

Pada tahap selanjutnya, ukuran keberhasilan aktivitas marketingtidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi berapa banyak pengunjung yang benar-benar melakukan transaksi/pembelian. Semakin banyak pengunjung yang benar-benar melakukan transaksi, berarti semakin efektif aktivitas marketingyang dilakukan.

Apakah convertion rate ini bisa diterapkan dalam bisnis offline? Tentu saja bisa. Seorang marketer tentu akan melakukan berbagai macam aktivitas marketinguntuk meningkatkan awareness merek yang dimilikinya. Setelah awareness merek meningkat, hal yang perlu diketahui selanjutnya adalah persentase calon konsumen yang sudah aware kemudian mempertimbangkan untuk membeli, dan pada akhirnya benar-benar jadi membeli/mengonsumsi merek tersebut. Suatu marketing activity yang efektif tentu saja tidak hanya meningkatkan awareness merek, tetapi mampu mengonversi sebanyak mungkin calon konsumen yang sudah aware untuk benar-benar menjadi konsumen.

Dengan mengombinasikan dua pertanyaan pada survei Top Brand, yaitu pertanyaan mind share/top of mind (TOM) brand awareness yang digunakan untuk mengukur awareness suatu merek dan pertanyaan market share/last used brand yang digunakan untuk mengukur usage suatu merek, dapat diketahui nilai convertion rate suatu merek atau convertion rate suluruh merek dalam satu kategori.

Dari data hasil survei Top Brand dapat diketahui awareness suatu merek. Kemudian dihitung berapa persen dari calon konsumen yang sudah aware dengan merek tersebut yang jadi mengonsumsi/membelinya, dan berapa persen yang lebih memilih mengonsumsi/membeli merek lain. Selain itu dapat dihitung pula berapa persen dari calon konsumen yang sudah aware dengan merek tertentu namun belum jadi mengonsumsi/membeli merek apa pun dalam kategorinya. Kelompok ini merupakan kelompok potensial, karena diharapkan ketika konsumen memutuskan untuk mengonsumsi/membeli kategori produk tersebut, mereka akan memilih merek yang diketahuinya.

Sebagai informasi tambahan, dapat diketahui juga berapa banyak konsumen yang tidak menyebutkan merek sebagai TOM (mengetahuinya namun tidak menyebutkan merek tersebut pertama kali ketika diminta menyebutkan merek yang diketahui), tetapi si konsumen membeli/mengonsumsi merek tersebut.

Penulis menghitung convertion rate beberapa industri dengan menggunakan data Top Brand tahun 2015. Analisis pertama dilakukan untuk beberapa kategori produk secara keseluruhan. Dari grafik “Convertion Rate Beberapa Kategori Produk” terlihat bahwa Mie Instant memiliki convertion rate paling tinggi, yaitu sebesar 83,1%. Artinya dari 99,8% konsumen yang aware (mampu menyebutkan merek mie instan dengan benar), ada 83,1% yang mengonsumsi merek yang sama dengan merek yang diketahui (disebutkan sebagai TOM), ada 15,7% yang mengonsumsi merek yang berbeda dari merek yang disebutkan sebagai TOM, dan hanya ada 1,2% dari responden yang aware terhadap merek mie instan tetapi tidak pernah mengonsumsinya.

Kategori produk yang memiliki convertion rate paling kecil adalah Asuransi Jiwa. Dari 76,4% konsumen yang aware pada produk asuransi jiwa, hanya ada 27,0% yang menggunakan produk sama dengan merek asuransi jiwa yang disebutkan sebagai TOM. Ada 2,7% yang menggunakan merek asuransi jiwa tetapi berbeda dari merek yang disebutkan sebagai TOM. Sebagian besar konsumen meskipun sudah aware dengan produk asuransi jiwa tetapi belum menggunakan produk tersebut.

clip_image002

Convertion Rate Beberapa Kategori Produk
Sumber: Frontier Consulting Group, Research Division

Analisis selanjutnya dilakukan pada kategori Tabungan. Dari grafik “Convertion Rate Produk Tabungan”, Tabungan Mandiri merupakan merek dengan convertion rate tertinggi. Sebanyak 77,5% dari 11,9% konsumen yang menyebutkan Tabungan Mandiri sebagai produk tabungan diketahui menggunakan produk tabungan ini. Ada 12,2% dari konsumen yang menyebutkan Tabungan Mandiri sebagai produk tabungan yang diketahui, menggunakan produk tabungan lain, dan ada 10,3% dari konsumen yang aware dengan Tabungan Mandiri tetapi belum memiliki produk tabungan. Selain itu, ada 17,6% konsumen yang tidak menyebutkan Tabungan Mandiri sebagai produk tabungan yang diketahui tetapi memiliki produk tabungan ini.

Produk tabungan dengan convertion rate terkecil adalah BRI Simpedes (57,4%). Kontribusi terbesar yang menyebabkan angka convertion rate BRI Simpedes kecil adalah banyaknya konsumen yang menyebutkan BRI Simpedes sebagai TOM tetapi mereka belum memiliki produk tabungan (36,4%).

clip_image004

Convertion Rate Produk Tabungan
Sumber: Frontier Consulting Group, Research Division

Analisis terakhir dilakukan pada kategori Mie Instant. Dari grafik “Convertion Rate Mie Instant”, terlihat superioritas Indomie, dengan awereness paling tinggi dibanding merek lainnya (72,0%). Indomie juga memiliki convertion rate yang jauh lebih tinggi dari merek-merek lain (91,7%). Merek mie instan yang mempunyai convertion rate terkecil adalah ABC (22,4%), dengan awareness yang hanya 1,9%.

clip_image006

Convertion Rate Mie Instant
Sumber: Frontier Consulting Group, Research Division

Tantangan selanjutnya bagi para marketer adalah bagaimana menciptakan marketing activity yang bisa meningkatkan awareness dan sekaligus meningkatkan convertion rate dari awereness yang diperoleh. Langkah pertama perumusan strategi yang efektif bisa diawali dengan mengetahui awareness merek yang kita miliki serta indeks convertion rate-nya.

Oleh :Apipudin – Data Analyst Manager
Frontier Consulting Group

Dapatkan Artikel Terbaru Top Brand

Silakan Masukan Email Anda.

Delivered by FeedBurner